| Jenis Peraturan | : | Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan |
| Nomor | : | 28 |
| Tahun | : | 2025 |
| Judul | : | Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 28 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pada Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan |
| T.E.U | : | Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan |
| Singkatan Jenis | : | PERMEN |
| Tempat Terbit | : | Jakarta |
| Tanggal Penetapan | : | 31 Desember 2025 |
| Tanggal Pengundangan | : | 31 Desember 2025 |
| Subjek | : | UPT - OTK - BPPMHK |
| Status | : | Berlaku |
| Sumber | : | BN 2025 (1257): 13 hlm. |
| Bahasa | : | Indonesia |
| Lokasi | : | Biro Hukum Kementerian Kelautan dan Perikanan |
| Bidang Hukum | : | Hukum Administrasi Negara |
| Keterangan | : |
Mencabut
|
| Peraturan Terkait | : |
|
| Peraturan Pelaksanaan | : | - |
| Berbagi | : |
| Untuk mewujudkan organisasi dan tata kerja yang efektif dan efisien guna meningkatkan kinerja pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, perlu melakukan penataan organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis karantina ikan, pengendalian mutu, dan keamanan hasil perikanan. Dasar Hukum Peraturan Menteri ini adalah: UUD 1945 Pasal 17 ayat (3); UU No. 39 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 61 Tahun 2024; PERPRES No. 193 Tahun 2024 sebagaimana telah diubah dengan PERPRES No. 112 Tahun 2025; PERMENKP No. 2 Tahun 2025. Dalam Peraturan Menteri ini diatur tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis pada Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan, dengan batasan istilah dalam pengaturannya. Unit Pelaksana Teknis pada Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan yang selanjutnya disebut UPT BPPMHKP adalah organisasi yang bersifat mandiri yang melaksanakan tugas teknis operasional di bidang pengendalian dan pengawasan mutu hasil kelautan dan perikanan dari Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan. BAB I terdiri dari 2 pasal terkait ketentuan umum, BAB II terdiri dari 3 pasal terkait kedudukan dan klasifikasi, BAB III terdiri dari 10 pasal terkait tugas, fungsi, dan susunan organisasi, BAB IV terdiri dari 3 pasal terkait jabatan fungsional dan jabatan pelaksana, BAB V terdiri dari 2 pasal terkait nama dan wilayah kerja, BAB VI terdiri dari 8 pasal terkait tata kerja, BAB VII terdiri dari 2 pasal terkait jabatan, pengangkatan, dan pemberhentian, BAB VIII terdiri dari 1 pasal terkait penataan organisasi. |